MATERI Tentang AKAR (Materi Kelas VIII)
(Oleh : Mutmainna Tahir)
STRUKTUR DAN FUNGSI AKAR
Akar merupakan bagian dari tumbuhan yang ada di dalam
tanah atau substrat. Batas antar batang dan akar lebih mudah di bedakan pada
waktu perkecambahan yang disebut daerah peralihan. Pada saat perkecambahan,
akar selalu tumbuh kearah bawah, sedangkan batang selalu bergerak ke atas.
Pertumbuha akar dikontrol oleh aktivitas meristem apical ujung akar. Meristem
ini dilindungi oleh tudung akar (kaliptra)yang berfungsi sebagai jaringan
pelindung
Akar berasal dari calon akar (Radikula) yang terdapat pada embrio atau lembaga dari biji. Calon
akar yang akan tumbuh menjadi akar disebut akar
primer. Akar primer dapat tumbuh menjadi akar sekunder akibat aktivitas
cambium.
Sistem perakaran dibedakan menjadi 2 , yaitu, system
perkaran serabut yang terdapat pada kelompok tumbuhan monokotil, seperti padi
jagung dan bambu , dan system perakaran tunggang , yang terdapat pada tumbuhan
dikotil, misalnya mangga, jambu, wortel dan kacang-kacangan (Selanjutnya akan
di jelaskan lebih lanjut tentang akar dikotil dan monokotil)
Akar tunggang memiliki akar utama dan akar cabang ,
sedangkan pada akar serabut , tidak memiliki akar utama dan hanya memiliki akar
cabang yang banyak
1. Struktur Morfologi
Akar (Struktur Luar)
Struktur luar (morfologi) akar terdiri dari leher,
akar, badan akar, cabang akar, rambut Akar, dan tudung akar. Pada bagian paling
ujung dari akarterdapat jaringan meristem apical, yang dilindungi oleh tudung akar(kaliptra). Tudung akar
terdiriatas sel-sel parenkima yang terdiri yang berdinding tipis dan berbentuk
kubus, penuh berisi protoplasma dan sedikit vakuola. Kaliptra berfungsi
menetukan arah pertumbuhan akar sesuai dengan pengaruh akar gravitasi bumi . Di
belakang maristem apical akar terdapat darerah yang berisi sekumpulan sel besar
yang memanjang , yang disebut daerah
pemanjangan. Kemudian di belakangnya lagi terdapat sel –sel yang berdiferansiasi
membentuk protodermadan prokambium, yang disebut daerah diferensiasi. Di daerah ini terjadi perubahan bentuk sel
sesuai dengan fungsinya. Misalnya, mulai terbantuk rambut akar oleh epidermis.
2. Struktur Anatomimi
Akar (Struktur Dalam)
Secara anatomis, akar tersusun atas 3 lapisan , yaitu:
a)
Epidermis
Merupakan lapisan
terluar dari akar, yang berfungsi menjadi pelindung terluar pada akar maupun
bagian-bagian lain pada tumbuhan. Jaringan epidermis akar merupakan lapisan
yang hanya terdiri dari satu lapisan sel, yang berbentuk pipih dan berdinding
tipis. Keadaan sel-sel yang menyusun epidermis akar sangat rapat, tetapi karena
dinding sel epidermisnya tipis, akar mudah ditembus oleh air.Pada daerah dekat
ujung akar, sel-sel epidermis ini termodifikasi menjadi rambut akar.
Lapisan kutikulampada rambut akar sangat
tipis karna berfungsi sebagai penyerap air
b)
Korteks
Merupakan daerah
antara epidermis dengan silinder pusat. Korteks terutama terdiri dari sel-sel
parenkima yang tersusun melingkar. Terdiri dari beberapa lapis sel yang
berdinding tipis, yang didalamnya terdapat ruang antar sel sebagai tempat
pertukaran gas. Pada tumbuhan monokotil biasanya tetdapat sklerenkima. Pada beberapa tumbuhan air, ruang antar sel
parenkimanya memilikimruang udara : disebut aerenkima.
Letak korteks pada akar lebih luar daripada letak korteks pada batang. Lapisan
luar korteks dapat menjadi eksodermis sedangkan bagian dalamnya menjadi
endodermis
Ø Eksodermis
Merupakam lapisan terluar korteks yang
langsung berbatasan dengan epidermis, dapat menjadi hypodermis yang dinding
selnya mengandung suberin atau lignin. Terdiri dari selapis sel atau lebih,
berupa sel panjang dan sel pendek berselang-seling atau semacam saja.
Ø Endodermis
Lapisan
terdalam dari korteks akar berkembang menjadi endodermis. Terdiri dari selapis sel yang tebal , yang menandai
batas korteks.Pada sel endodermismuda terdapat penebalan dinding sel oleh zat
suberi atau lignin. Penebalan tersebut membentuk rangkaian berbentuk pita yang
disebut pita caspary .Pita caspary
berfungsi mencegah air masuk ke silinder pusat. Untuk masuk ke silinder pusat,
air masuk ke silinder pusat melalui endodermis yang dindingnya tidak menebal,
yang disebut sel pelalu (sel peresap). Endodermis berperan mengatur lalu lintas
zat ke dalam pembuluh akar
c.
Silinder
Pusat (Stele)
Terletak
di sebelah dalam lapisan endodermis. Tersusun oleh jaringan xylem, floem, dan periskel. Perisikel
terdiri dari sel parenkima yang berada diantara endodermis dan jaringan
pembuluh. Periskel berkembang dari prokambium. Periskel akan berkembang
membentuk cambium dari jari – jari empulur
3. Gambar (Keterangan)
Gambar keseluruhan , anatomi dan morfologi
4. Perbedaan Akar Dikotil
dan Monokotil
Berikut
struktur jaringan yang menyusun organ akar , sekaligus pembedanya
|
Faktor
Pembeda
|
Akar
Monokotil
|
Akar
Dikotil
|
|
Sistem perakaran
|
Serabut
|
Tunggang
|
|
Struktur anatomi
|
·
Batas
antara ujung akar dengan kaliptra jelas
·
Periskel
dapat terdiri dari beberapa lapis sel
·
Letak
berkas pengangkut antara xilem & floem pada akar tua tetap
berselang-seling
·
Mempunyai
empulur yang luas pada pusat akar
·
Periskel
hanya membentuk cabang akar
·
Tidak
mempunyai cambium
·
Jumlah
lengan protoxilem banyak (lebih dari 12)
|
·
Batas
antara ujung akar dengan kaliptra tidak jelas
·
Periskel
terdiri dari satu lapis sel
·
Letek
berkas pengangkut pada akar sekunder bersifat kolotelar, xilem did alma &
floem di luar
·
Mempunyai
empulur sempit/tidak mempunyai empulur pada pusat akar
·
Periskel
membentuk cabang akar dan dapat membentuk meristem sekunder seperti cambium
& cambium gabus
·
Kambium
tampak sebagai meristem sekunder
·
Jumlah
lengan xilem antara 2=6, jarang lebih
|
5. Macam – Macam
Bentuk/Struktur Akar
Pada beberapa tanaman,akar memeiliki fungsi tambahan ,
selain sebagai penyokong , juga menyerap unsure hara antara lain :
a)
Akar
gantung/udara (radix aereus), yaitu
akar yang tumbuh dari batang dan menggantung diudara serta tumbuh kea rah
tanah. Berfubgsi untuk menyerap/menimbun air atau udara. Contohnya, pohon beringin
dan Anggrek
b)
Akar
penghisap (haustorium), yaitu
akar-akar yang terdapat pada tumbuhan yang hidup sebagai parasit yang berguna
untuk menyerap air atau zat makanan dari inangnya. Contohnya tanaman benalu
c)
Akar
pelekat (Radix Adligans), yaitu akar
yang dapat melekat pada batang yang menjadi inangnya karna memiliki getah pada
bulu akarnya. Contohnya Tanaman sirih
d)
Akar
pembelit (Cillrus Radicalis), yaitu
akar yang memanjat penunjangnya dengan cara memeluknya . Contohnya Tumbuhan
Valnili
e)
Akar
nafas (Peneumatopora), yaitu akar
yang tumbuh ke atas hingga ke permukaan tanah. Contohnya adalah tumbuhan kayu
Api
f)
Akar
lutut, yaitu akar yang tumbuh keluar dan membengkok kembali ke dalam tanah.
Contohnya adalah pohon tanjang
g)
Akar
banir, yaitu akar yang berbentuk seperti papan dan disususn secara vertical.
Contohnya Sukun
h)
Akar
tunjang, yaitu akar yang tumbuh di bagian bawah batang ke segala arah dan
seakan-akan menunjang batang ini jangan sampai roboh, Contonya bakau
6. Fungsi Akar
a.
Tempat masuknya
air dan mineral
b.
Meletakkan dan
menopang tubuh tumbuhan agar tegak dan kokoh
c.
Pada beberapa
tumbuhan, akar juga menjadi tempat menyimpan makanan cadangan , misalnya ketela
pohon dan wortel
d.
Membantu
pernafasan
KESIMPULAN
:
Jadi, dapat disimpulkan bahwa
akar merupakan bagian dari tumbuhan yang ada didalam tanah dengan beberapa
fungsi dan juga merupakan salah satu bagian penting dari tumbuhan , mempunyai 2
sistem perakaran , yaitu tunggang dan serabut, strukturnya berbeda – beda ,
baik itu dilihat secara morfologi maupun anatomi, dan juga memiliki perbedaan
antara akar dikotil maupun monokotil
*ok. mungkin cukup sekian , semoga bermanfaat....